Sumenep, Serikatnasional.id | Pemerintah Kabupaten Sumenep meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) campak untuk menghadapi wabah campak yang telah menjangkiti lebih dari 2.000 anak dan merenggut nyawa 17 anak sejak Februari hingga Agustus 2025.
Program imunisasi massal ini menyasar 74 ribu lebih anak berusia 9 bulan hingga 7 tahun di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep. Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menargetkan capaian imunisasi minimal 90 persen dan mengajak semua pihak untuk mendukung program ini.
"Kami menargetkan capaian imunisasi minimal 90 persen. Tapi kunci keberhasilan bukan hanya di pemerintah, melainkan dukungan orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan para ulama untuk memberi pemahaman bahwa imunisasi adalah benteng masa depan anak-anak kita," tegas Imam Hasyim.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Elyana Fardasyah, memastikan program ORI berlangsung selama dua pekan. Bila dalam rentang waktu tersebut masih ada anak yang belum divaksin, pihaknya akan melakukan penyisiran tambahan selama satu minggu, termasuk dengan mendatangi langsung rumah warga.
"Target minimal 90 persen harus tercapai. ORI ini adalah cara paling efektif memutus rantai penularan campak yang kini terus melonjak," ujar Elyana.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dapat memutus rantai penularan campak dan menyelamatkan anak-anak dari ancaman wabah ini. (Ags/red)